Kamis, 28 November 2013

Cinta kasih menurut Agama dan Negara

A.    Cinta kasih mennurut Agama Islam
Rasa cinta terhadap sesama manusia tidak bisa lepas dari kemanusiaan. Pandangan Islam menyatakan, bahwa kemanusiaan itu merupakan satu kesatuan, berbeda-beda bagiannya untuk membentuk satu masyarakat, berjenis-jenis dalam keserasian, dan berlainan pendapat untuk saling melengkapi satu sama lain dalam mencapai tujuan, supaya dengan begitu ia cocok pula untuk saling melengkapi dengan alam, untuk membentuk wujud yang satu pula. Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu sekalian saling mengenal. Sesungguhnya orang-orang yang paling mulia di antara kamu sekalian  di sisi Allah ialah orang-orang yang paling takwa di antara kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. ( Q.S. Al-Hujurat: 13).

Pada prinsipnya, cinta terhadap sesama manusia adalah dengan tolong-menolong, kenal mengenal (saling mengenal) dan keserasian. Menurut pandangan Islam, rasa cinta terhadap sesama manusia bisa diwujudkan, salah satunya dengan keadilan dan persamaan derajat di antara manusia.
  1. Cinta Antara Laki-Laki dan Perempuan Dalam Sudut Pandang Islam
Cinta antara muda-mudi di dalam Islam adalah cinta yang dilandasi rasa ketaqwaan terhadap Allah SWT, dengan mentaati perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, dan disertai akhlak yang baik. Cinta harus disertai akhlak yang baik, dikarenakan hubungan cinta muda-mudi sangat dekat dengan perbuatan zina. Tanpa akhlak yang baik akan sulit menghindari zina. Dalam Islam, perzinahan adalah salah satu dosa yang sangat besar karena bukan hanya merusak akhlak orang yang melakukannya saja tetapi juga orang lain. Allah brfirman dalam Al-Qur’an: “Dan janganlah kamu sekalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”(Q.S. Al-Isra, 17: 32).

Cinta (love) yang tidak dilandasi rasa ketaqwaan kepada Allah, akan memunculkan cinta buta. Sebagaimana yang sering dikatakan orang “ Love is blind (cinta adalah buta)”. Adapun yang membuat cinta itu buta adalah jika kita mencintai seseorang karena hal-hal yang duniawi, karena harta, tahta/kedudukan/jabatan, ketampanan/kecantikan dan yang sejenisnya. Cinta macam ini hanya bisa bertahan jika penyebabnya masih ada. Jika seseorang mencintai dikarenakan ketampanan/kecantikannya, maka, bagaimanakah jika orang tersebut tidak lagi tampan/cantik?

Sebaliknya, cinta itu tidak buta, alias melek (melihat), jika dilandasi iman dan rasa taqwa kepada Allah SWT. Oleh karena itu, jika kita ingin memiliki cinta yang murni, tulus, dan abadi dari seseorang, tentu kita memerlukan penyebab yang membuatnya demikian. Dalam suatu hadits dikatakan, bahwa seseorang laki-laki menikahi seorang perempuan itu karena empat hal, yaitu: (1) karena kecantikannya, (2) karena kekayaannya, (3) karena keturunannya, dan (4) karena ketaqwaannya. Maka ambillah yang keempat, yaitu karena ketaqwaannya, karena, itu akan menjamin hidupnya.
Jika hadits di atas dikaitkan dengan cinta, maka, jika kamu ingin mencari cinta yang abadi, cintailah seseorang dikarenakan keimanannya.

Ada sebuah pepatah lama dalam bahasa Inggris yang berkaitan dengan cinta, yaitu: “You can buy sex but you cannot buy love”, “you can buy food but you cannot buy appetite”, “you can buy a house but you can by a home”. Yang artinya: “Anda dapat membeli sex tetapi anda tidak dapat membeli cinta, anda dapat membeli makanan tetapi anda tidak dapat membeli selera, anda dapat membeli sebuah rumah tetapi anda tidak dapat membeli ketentraman dalam keluarga”. Ini dapat diartikan bahwa cinta tidak dapat dibeli karena cinta sebenarnya datang dari Tuhan.

Bahkan jika kamu adalah orang terkaya di dunia, kamu tidak bisa membeli cinta. Sebagai contoh, jika kamu memberikan seseorang banyak hadiah-hadiah yang mahal, maka, apakah orang tersebut akan mencintai kamu? Tidak. Orang tersebut hanya mencintai hadiahmu dan kekayaanmu saja. Kamu dapat membeli makanan apa saja yang bisa kamu beli, akan tetapi makanan yang paling enak sekalipun akan terasa tidak enak jika kamu tidak punya selera makan.
“Rumah” adalah tempat di mana hatimu berada. Tempat membesarkan keluargamu, tempat di mana orang-orang yang kamu cintai berada, tempat di mana kamu bisa benar-benar beristirahat, untuk mengistirahatkan badan dan jiwamu, tempat di mana kamu untuk sementara lepas dari dunia yang kejam. Rumah tidak bisa disebut “rumah” jika kamu tidak bisa menemukan ketenangan, kedamaian, dan keamanan di dalamnya.
Contohnya seperti kisah Romeo dan Juliet
Banyak orang yang mengatakan bahwa cerita percintaan Romeo dan Juliet adalah salah satu contoh cinta sejati. Akan tetapi, kalau kita meneliti dan menganalisa lebih jauh ke dalam cerita ini, maka kita akan melihat bahwa cerita ini bukanlah cerita tentang cinta sejati.

Pada klimaks cerita tersebut diceritakan bahwa ketika Romeo mendengar Juliet telah “meninggal dunia”, maka Romeo pun berniat untuk melakukan bunuh diri karena dia tidak mau ditinggalkan oleh Juliet. Perbuatan bunuh diri adalah perbuatan yang sangat terkutuk dalam Islam, dan merupakan dosa yang sangat besar. Pada saat seseorang bunuh diri maka telah dicabut imannya oleh Tuhan, dan mati dalam keadaan tidak ada iman, alias mati kafir. Ketika setelah Romeo melakukan bunuh diri di hadapan “mayat” Juliet, barulah dia menyadari bahwa Juliet hanya berpura-pura mati, tetapi itu sudah terlambat, racun sudah mulai membunuhnya. Julietpun melakukan bunuh diri karena dia tidak mau ditinggalkan oleh Romeo.

Romeo dan Juliet sama-sama melakukan bunuh diri karena tidak mau ditinggalkan oleh pasangannya. Ini berarti bahwa mereka hanya mencintai tubuh pasangannya saja, mereka tidak mencintai jiwa pasangannya. Mereka tidak sadar bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara saja. Tubuh mereka akan rusak dimakan usia, dan akhirnya mati. Jika dipandang dari sudut Islam, maka mereka telah melakukan suatu dosa besar yaitu melakukan bunuh diri. Jika percintaan mereka adalah cinta sejati, maka seharusnya mereka berjanji atau bersumpah di hadapan mayat pasangannya untuk berusaha mendamaikan pertengkaran keluarga mereka, penyebab terhalangnya cinta kasih mereka.

Pembahasan : Cnta  yang abadi hanya cinta kepada Allah SWT, walaupun manusia saling  mencintai satu sama lain itu harus berlandaskan oleh dasar agama agar tidak menyimpang dari ajaran agama seperti halnya cinta buta. Di dalam Islam adalah cinta yang dilandasi rasa ketaqwaan terhadap Allah SWT, dengan mentaati perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Saling mencintai dengan akhlak yg baik karena bila tidak ada akhlak yang baik akan mudah terjerumus pada perbuatan yang dilanggar oleh agama atau dekat dengan zina. Seperti terdapat dalam Q.S. Al-Isra, 17: 32
“ Dan janganlah kamu sekalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”
B.     Cinta kasih menurut Negara
Cinta tanah air adalah perasaan yang timbul dari dalam hati sanubari seorang warga Negara, untuk mengabdi, memelihara, membela, melindungi tanah airnya dari segala ancaman dan gangguan. Definisi lain mengatakan bahwa Rasa cinta tanah air adalah rasa kebanggaan, rasa memiliki, rasa menghargai, rasa menghormati dan loyalitas yang dimiliki oleh setiap individu pada negara tempat ia tinggal yang tercermin dari perilaku membela tanah airnya, menjaga dan melindungi tanah airnya, rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negaranya, mencintai adat atau budaya yang ada dinegaranya dengan melestarikannya dan melestarikan alam dan lingkungan.
Sebagai warga negara Indonesia sudah selayaknya kita menghormati bangsa dan negara kita sendiri apapun adanya dan kondisinya. Orang-orang yang tidak menghormati serta membenci bangsa dan negara tempat kelahirannya bisa disebut sebagai penghianat. Apa salahnya tanah air kita yang begitu kaya raya dan indah, karena kesalahan hanya ada pada manusia-manusianyalah yang menciptakan kebencian.

Dengan adanya rakyat yang mencintai tanah airnya, maka negara akan aman dari berbagai macam gangguan yang datang baik dari dalam maupun dari luar negara. Dengan cinta tanah air kita dapat bahu membahu membangun negri ini agar bisa sejajar dengan negara-negara maju. Dengan menyayangi negara indonesia ini kita akan berupaya sekuat tenaga memberikan yang terbaik bagi sesama, bukan malah menghancurkannya. Banyak pihak asing yang ingin menguasai dan merusak negara kita, sehingga perlu kita jaga dan pertahankan hingga titik darah penghabisan. Kalau bukan kita siapa lagi? dan kita mau tinggal di mana kalau kita kehilangan negara ini.

Contohnya :
1. Bangga menjadi orang Indonesia
Tidak ada yang lebih menbanggakan selain menjadi orang Indonesia, Negara yang diakui orang karena keramahan rakyatnya.kekayaan alam dan budayanya. Lihat saja setiap tahun bahkan hari atau minggu turis asing dari berbagai mancanegara berlomba-lomba datang untuk berlibur ke Indonesia. Mereka selalu menganggap Indonesia itu eksotis. Bayingkan, mereka bahkan rela terbang jauh-jauh hanya untuk menikmati keindahan panorama alam Indonesia. Jadi kita sebagai warga Negara Indonesia sangat rugi kalo kita yang tinggal sedekat ini belum pernah menikmati atau melihat kekayaan alam sendiri.
2. Melestarikan Budaya
Concertoholics pasti diantara kita ada yang tahu kalo para wanita di India lebih bangga mengenakan Sari mereka daripada baju casual sehari - hari. Belakangan trend Sari justru ikut menjamur di Indonesia dengan fashion ala bohemiannya yang sempet booming beberapa waktu lalu. Jadi , sebenarnya kita juga bisa melakukan hal yang sama. Indonesia kan terkenal akan batik - batiknya yang indah dan kebaya - kebayanya yang feminis. Lihat saja sekarang, sudah batik bahkan sudah menjadi must have item di setiap lemari para pecinta mode di indonesia. Nah, siapa tahu ini justru juga akan menjadi trend yang berlaku di luar negeri seperti trend bohemian yang sempat booming di Indonesia. Pakaian hanya salah satu contohnya, masih banyak lagi kekayaan budaya kita yang dapat kita kembangkan hingga membuat decak kagum dunia Internasional.
3. Menggunakan Produk Lokal
Belakangan ini barang-barang impor begitu merajai pasar retail & grosir sehingga barang produksi dalam negeri malah tidak punya tempat di negeri sendiri karena kalah bersaing. Coba kalo kita lihat, beragam barang import menghiasi kita. Mulai dari ponsel, notebook, pakaian sampai makananpun, kita tidak terlepas dari barang import. Ini menyedihkan. Karena sebetulnya banyak dalam negeri yang bagus - bagus dengan kualitas yang bahkan lebih menjanjikan daripada produk luar negeri. Oleh karena itu, ayo Concertoholics, mari kita galakkan penggunaan produk produk dalam negeri. Selain memang bagus kualitasnya, kita juga akan membantu perekonomian dan pengangguran - pengangguran yang semakin banyak sejak industri dalam negeri gulung tikar.
4. Hemat Energi
Banyak sekali cara yang bisa kita lakukan untuk menghemat energi, salah satunya dengan menghemat listrik. Kenapa harus hemat listrik? Karena untuk mengaktifkan listrik di Indonesia, PLN kita masih menggunakan BBM yang belakangan ini sudah semakin berkurang jumlahnya. Nah, kalo kita tidak melakukan penghematan dari sekarang, BBM ini bisa habis lho. Nah ngeri kan kalo sampai itu terjadi? Pada akhirnya kalo BBM habis, kita justru tidak akan bisa menikmati listrik lagi. Hii, ngeri!! Selain membantu bangsa sendiri, dengan penghematan listrik, kita pun sudah membantu upaya dunia dalam kampanye global warming yang belakangan sedang sangat gencar aksinya.

5. Harumkan Nama Bangsa
Mengharumkan nama bangsa tidak sesulit yang kita bayangkan. Mengharumkan nama bangsa tidak selalu harus dari hal-hal yang susah. Kita sebagai warga tidak harus bahwa kita harus mengusai Kimia, Biologi, Matematika ataupun pelajaran yang sangat susah kita kuasai, untuk mengharumkan nama bangsa kita sesuaikan saja dengan bakat dan minat masing-masing, asalkan dilakukan dengan serius dengan begitu kita akan terasa dan bukan tidak munngkin kalau disuatu saat nanti kita yang dengan bakat kita, kita akan mengharunkan nama bangsa.
Pembahasan : Cinta tanah air berarti menghormati jasa para pahlawaan, rela berkorban untuk tanah air dan membela negara dari segala macam ancaman dari apapun. Perlunya cinta tanah air harus ditekankan bagi remaja karena itu akan membangung jiwa cinta tanah airnya pada bangsa ini dan dari perlunya kecintaan kita pada Negara kita nantinya akan membuat Negara kita sendiri menjadi kebanggaan orang lain bahkan orang yang dari Negara lain.
Sumber :

Tanggung Jawab

A.   Pengertian Tanggung Jawab

Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
                 
Contoh Orang Bertanggung Jawab :
 
bonar ialah seorang pegawai yang tekun dalam melaksanakan tugasnya. Ia datang sebelum waktu kerja dimulai. Tanpa banyak bicara dikerjakan tugasnya. Setelah selesai tugas yang dikerjakan, ia memberikan hasil pekerjaannya kepada atasannya sebagai pertanggungjawabannya. Ia pun tidak banyak hilir mudik dikantornya untuk persoalan kepentingannya sendiri, seperti buang air, mencari makanan atau minuman. Ia pun pulang pada waktu jam kantornya usai. Bila ada pertanyaan dari atasannya tentang pekerjaan yang dilakukan, ia pun memberikan jawaban secara baik dan pasti. Ia dapat memberikan pertanggungjawaban atas tugas-tugas yang diberikan kepadanya, sehingga konduitenya baik, naik pangkat pada waktunya, dan memperoleh penghargaan khusus waktu tertentu.

B.    Macam-macam Tangung Jawab

Manusia itu berjuang memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia manghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menuadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan yaitu kekuasaan Tuhan.

(a) Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggug jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.

(b) Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

(c) Tanggung jawab terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial.

(d) Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara.Contoh :
Dalam novel jalan tak ada ujung karya Muchtar Lubis, Gum Isa yang tekenal sebagai guru yang baik, terpaksa mencuri barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya., Perbuatan guru ini bisa pula dipertanggungjawabkan kepada KEPSEK  kalau perbuataan itu diketahui ia dapat berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan.

(e) Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsang terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. 


Dari contoh kasus diatas dapat disimpulkan bahwa sikap bonar sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dia jalaninya. Dengan sikap yang seperti itu dia mendapatkan citra yang baik dari perusahaan tempat ia bekerja, hingga perusahaan percaya terhadap kinerjanya . Hal seperti itu patut kita contoh, sikapnya yang disiplin  dalam ketepatan waktu dan mengerjakan pekerjaannya dengan baik.
Sumber :

Hubungan Kegelisahan dengan Pengharapan

Sebelum menjelaskan tentang pemahaman hubungan kegelisahan dengan pengharapan, alangkah baiknya kita memahami dahulu tentang pengertian kegelisahan dan pengharapan itu sendiri, agar kita lebih mudah untuk memahami arti dan maksud dari hubungan kegelisahan dengan pengharapan tersebut.
A.   Kegelisahan
Kegelisahan atau kecemasan adalah sebuah kondisi suasana hati yang dapat terjadi tanpa ada rangsangan pemicu dari luar. Dengan kata lain, kegelisahan merupakan perasaan batin yang muncul dari rasa kekhawatiran yang ada dalam benak orang yang bersangkutan.

Kegelisahan berbeda dengan ketakutan. Rasa takut diakibatkan oleh penyebab dari luar yang nyata pada saat itu (misalnya: rasa takut ketika berada di tempat gelap dan sepi di waktu malam, atau sedang menghadapi suatu ancaman); sedangkan perasaan gelisah timbul dari angan-angan hati dan menyangkut sesuatu yang belum terjadi atau akan datang (misalnya: gelisah tentang masa depan, atau tentang sesuatu hasil yang sangat diharapkan).

Kegelisahan berdampak secara fisik maupun emosi serta mempengaruhi perilaku. Seseorang yang gelisah terus-menerus sehingga mencapai tingkat yang melampaui ambang batas toleransi dapat mengakibatkan orang itu jatuh sakit, bahkan bisa meninggal dunia apabila kegelisahannya sampai mempengaruhi kesehatan jantung sehingga mengalami serangan jantung akut. Orang yang sedang gelisah juga tampak jelas dari perilakunya yang antara lain berubah menjadi pendiam, murung, dan mengasingkan diri.

Kata "gelisah" (anxiety) berasal dari istilah Latin "anxietas" dan mulai digunakan dalam bahasa Inggris antara tahun 1515-1525. Definisinya secara umum adalah: (1) ketegangan pikiran atau pikiran tidak tenang yang disebabkan oleh adanya ancaman kemalangan dan kesusahan; (2) keinginan yang menggebu-gebu terhadap sesuatu yang sangat diharapkan. Jadi, gelisah atau cemas itu dipicu oleh sesuatu dugaan kejadian atau sesuatu hasil baik yang bersifat negatif maupun positif.

Gelisah adalah suatu kondisi pikiran atau perasaan yang dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan seseorang, oleh sebab itu tergolong sebagai masalah kesehatan. Gelisah juga bisa merupakan "gejala" dari kondisi fisik yang tidak sehat, terutama pada pasien yang mengalami penyakit fatal semisal sakit kanker ganas, gangguan paru-paru kronis dan gagal jantung.

Secara ringkas dapat dikatakan bahwa kegelisahan ditimbulkan oleh suatu rasa ketidak-pastian akan keselamatan dan kesejahteraan di masa yang akan datang. Dan kegelisahan merupakan fenomena yang dirasakan semua orang tanpa peduli status sosial atau golongannya. Orang miskin bisa merasa gelisah soal kehidupan dan kesejahteraannya di masa depan, orang kaya juga boleh jadi gelisah akan keselamatan dan keamanan diri maupun kekayaannya. Tidak ada orang yang bebas dari, atau kebal terhadap, kegelisahan. Jadi, bicara soal gelisah atau cemas adalah bicara mengenai diri kita sendiri.

B.  Pengharapan
                                          
"Asa" beralih ke halaman ini. Untuk raja Yehuda, lihat Asa (raja Yehuda).
Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. [1]Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud.[2] Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. [1] Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.[2]
Beberapa pendapat menyatakan bahwa esensi harapan berbeda dengan "berpikir positif" yang merupakan salah satu cara terapi/ proses sistematis dalam psikologiuntuk menangkal "pikiran negatif" atau "berpikir pesimis".
Kalimat lain "harapan palsu" adalah kondisi dimana harapan dianggap tidak memiliki dasar kuat atau berdasarkan khayalan serta kesempatan harapan tersebut menjadi nyata sangatlah kecil.

Hubungan antara kegelisahan dan pengharapan, dimana pada saat seseorang memiliki /mempunyai sebuah harapan maka pada saat itu juga akan muncul rasa gelisah/kegelisahan dalam dirinya sendiri. Karena dengan adanya harapan, seseorang pasti memikirkan hal-hal yang mungkin akan terjadi nanti, dia tidak tahu apa yang akan terjadi dengan harapannya , entah harapan itu bisa terwujud sesuai dengan apa yang dia harpkan, ataupun sebaliknya.
Contoh kasus yang akan saya ambil adalah pada saat semua siswa SMA menunggu  surat kelulusan. Pada saat itu semua siswa pasti memiliki harapan yang sangat besar terhadap apa yang akan mereka terima hasilnya nanti. Mereka berharap akan mendapatkan kabar yang baik dan tentunya membuat mereka gembira pada saat menerima surat kelulusan. Namun disaat itu juga dalam diri mereka muncul rasa kegelisahan yang membuat diri mereka menjadi cemas, berharap yang baik namun takut  tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan demikian kegelisahan dan harapan itu saling berhubungan satu sama lain. Dimana seseorang yang memiliki/mempunyai harapan, maka kegelisahanpun akan mengiringinya.


                http://id.wikipedia.org/wiki/Harapan
IDEOLOGI
&
LANGKAH-LANGKAH DALAM BERPANDANGAN HIDUP

A.  Pengertian Ideologi
Kata ideologi berasal dari bahasa Yunani “idea” dan “logos”. idea mengandung arti mengetahui pikiran, melihat dengan budi. Adapun kata logos mengandung arti gagasan, pengertian, kata, dan ilmu. jadi, ideologi berarti kumpulan ide atau gagasan, pemahaman-pemahaman, pendapat-pendapat, atau pengalaman-pengalaman.
Istilah ideologi dicetuskan oleh Antoine Destutt Tracy (1757b-1836), seorang ahli filsafat prancis. menurutnya, ideologi merupakan cabang filsafat yang disebut science de ideas ( sains tentang ide ). Pada tahun 1796, ia mendefinisikan ideologi sebagai ilmu tentang pikiran manusia, yang mampu menunjukkan jalan yang benar menuju masa depan. Dengan begitu, pada awal kemunculannya, ideologi berarti ilmu tentang terjadinya cita-cita, gagasan, dan buah pikiran. 
Dalam perkembangannya, ideologi didefinisikan sebagai berikut.
1. Menurut Descartes, ideologi adalah inti dari semua pikiran manusia
2. Menurut Machiavelli, ideologi adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa.
3. Menurut Thomas Hobbes, Ideologi adalah seluruh cara untuk melindungi kekuasaan pemerintah agar dapat bertahan dan mengatur rakyatnya.
4. Menurut Francis Bacon, ideologi adalah paduan atau gabungan pemikiran mendasar dari suatu konsep
5. Menurut Karl Marx, ideologi adalah alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.
6. Menurut Napoleon, ideologi adaah keseluruhan pemikiran politik dari musuh-musuhnya
7. Menurut Dr.Hafidh Shaleh, ideologi adalah suatu pemikiran yang mempunyai ide berupa konsepsi rasional, yang meliputi aqidah dan solusi atas seluruh problem kehidupan manusia. Pemikiran tersebut harus mempunyai metode, yang meliputi metode untuk menjabarkan ide dan jalan keluarnya, metode mempertahankannya dan metode menyebarkannya ke seluruh dunia.
8. Menurut The American Heritage dan Dictionary of The English Language, Fourth Edition, ideologi adalah sekumpulan ide yang mencerminkan kebutuhan-kebutuhan, darapan dan tujuan sosial dari individu, kelompok, golongan atau budaya. dan ideologi adalah sekumpulan ajaran atau kepercayaan yang membentuk dasar-dasar politik, ekonomi, dan sistem-sistem yang lain.
9. Menurut Random House Unabridged Dictionary, ideologi adalah sekumpulan ajaran, cerita suatu bangsa, kepercayaan dan lain -lain yang menuntut individu, gerakan sosial, institusi, golongan, atau kelompok yang besar.
10. Menurut Prof. Lowenstein, ideologi adalah suatu penyelarasan atau gabungan pola pikiran dan kepercayaan, atau pemikiran bertukar menjadi kepercayaan, penerangan sikap manusia tentang hidup dan kehadirannya dalam masyarakat dan mengusulkan sesuatu kepemimpinan dan menyeimbangkannya berdasarkan pemikirannya dan kepercayaan itu.
11. Menurut Sastrapratedja, ideologi adalah seperangkat gagasan atau pemikiran yang berorientasi pada tindakan yang berorganisis menjadi suatu sistem yang teratur dan ideologi adalah ilmu yang berkaitan dengan cita-cita, yang terdiri atas seperangkat gagasan-gagasan atau pemikiran manusia mengenai soal-soal cita politik, doktrin atau ajaran, nilai-nilai yang berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
berdasarkan uraian tersebut, ideologi dapat disimpulkan sebagai berikut.
1. Nilai yang menentukan seluruh hidup manusia                             
2. Gagasan yang diatur dengan baik tentang manusia dan kehidupannya
3. kesepakatan bersama yang membuat nilai dasar masyarakat dalam suatu negara
4. Pembangkit kesadaran masyarakat akan kemerdekaan melawan penjajah
5. Gabungan antara pandangan hidup yang merupakan nilai-nilai dari suatu bangsa serta dasar negara yang memiliki nilai-nilai falsafah yang menjadi pedoman hidup suatu bangsa.
Ideologi merupakan gambaran dari hal -hal berikut.                   
a. Sejauh mana masyarakat berhasil memahami dirinya sendiri
b. Lukisan tentang kemampuannya memberikan harapan kepada berbagai kelompok atau golongan yang ada pada masyarakat untuk mempunyai kehidupan bersama secara lebih baik dan untuk membangun masa depan yang lebih cerah.
c. Kemampuan mempengaruhi sekaligus menyesuaikan diri dengan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat
Mengapa ideologi perlu dimiliki setiap negara? karena ideologi digunakan negara sebagai landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadiannya dalam alam sekitarnya. Ideologi membantu suatu negara dalam membuka wawasan yang memberikan makna dan menunjukkan tujuan dalam kehidupan bernegara. Selain itu, ideologi juga berguna sebagai bekal dan jalan suatu negara untuk menemukan identitasnya. Ideologi merupakan sebuah kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong negara untuk melakukan kegiatannya dan mencapai tujuan negara.


B.   Langkah-langkah Dalam Berpandangan Hidup

Setiap manusia pasti memliki sebuah pandangan hidup, dan sebagian mereka memiliki cara pandang yang berbeda-beda dalam menanggapi suatu hal. Bagaimana setiap orang memperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada setiap individu yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukaan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya. Pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut:

Mengenal.

Sebelum seseorang meyakini sesuatu pastilah ia harus mengenal apa yang ia lihat tersebut. Mengenal merupakan langkah awal dari berpandangan hidup yang baik di karenakan dengan mengenal, kita pun akan dapat membedakan suatu hal yang baik dan buruk menurut cara pandang kita sehingga kita tidak akan mengambil langkah yang salah.



Mengerti

Tidak cukup hanya dengan mengenal, kita harus mengerti tentang apa yang sedang kita hadapi. Mengerti sebagai langkah lanjut dari mengenal. Mengenal di ibaratkan hanya sebagai lapisan luar sedangkan jika kita ingin mengetahui lapisan dalamnya, kita harus mengerti.

Menghayati

Setelah kita mengenal dan mengerti suatu hal tersebut, maka langkah selanjutnya adalah menghayati. Dengan menghayati kita dapat lebih jauh mengerti

Meyakini

Langkah selanjutnya adalah meyakini. Meyakini dapat kita lakukan dengan memperdalam rasa mengenal, mengerti, serta menghayati. Dengan meyakini kita dapat dengan kuat berpegang teguh pada cara pandang yang kita yakini.

Mengabdi

Langkah terakhir untuk berpandangan hidup yang baik adalah dengan megabdi. Mengabdi merupakan suatu usaha untuk menyerahkan segenap keyakinan kita untuk suatu hal yang kita yakini. Dengan mengabdi menjadikan kita lebih dekat atau bahkan menjadi satu dengan hal yang kita yakini tersebut.
Contoh: pancasila sebagai pandangan bangsa.


 http://jiwareformasi.blogspot.com/2012/06/langkah-langkah-berpandangan-hidup-yang.html

Rabu, 30 Oktober 2013

Keadilan Dan Macam-Macam Keadilan




Keadilan Dan Macam-Macam Keadilan
A.    Keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran" [1]. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil" [2]. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.
Ada beberapa definisi keadilan menurut para ahli adalah sebagai berikut :
* Keadilan oleh Plato diproyeLsikan pada diri manusia schingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan pcrasaannya dikendalikan oleh akal.

* Menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Mengapa diproycksikan pada pemerintah, schab pemerintah adalah pimpinan pokok yang mencntukan dinamika masyarakat.

* Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan
diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang terschut mempunyai kesarnaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama. kalau tidak sama, maka masing-masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersebut berarti ketidak adilan.

B.   Macam-macam keadilan
1.      Keadilan Legal Atau  Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.
Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk member tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik.
Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidak keserasian.
2.       Keadilan Distributif
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).
3.      Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
4.      Keadilan Sosial
Berbicara tentang keadilan, Anda tentu ingat akan dasar negara kita ialah Pancasila. Sila kelima Pnacasila, berbunyi : “keadilan social bagi selunth rakyat Indonesia.”
Dalam dokumen lahimya Pancasila diusulkan oleh Bung Kamo adanya prinsip kesejahteraan sebagai salah satu dasar negara. Selanjutnya prinsip itu dijelaskan sebagai prinsip “tidak ada kerniskinan di dalam Indonesia merdeka”. Dan usul dan penjelasan itu nampak adanya pembauran pengertian kesejahteraan dan keadilan.
*Contohnya kasus Denny Vs Yusril : Perang Keadilan Substanif  Vs Keadilan Prosedural. Seteru antara profesor senior Yusril Ihza Mahendra dengan profesor yang lebih muda, Denny Indrayana, terus menggelitik publik. Kemenangan Yusril menumbangkan Jaksa Agung Hendarman Supandji, diikuti oleh kemenangan lain. Denny yang saat ini menjadi satu-satunya akademisi hukum di pemerintahan pun pasang badan membela mati-matian pemerintah.
Terlepas sejarah politik di antara keduanya, sebenarnya apa yang dipertentangkan mereka dalam kacamata ilmiah?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, penulis akan menyodorkan 3 contoh kasus yaitu kasus Jaksa Agung, kasus remisi terpidana dan pasal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Dalam kacamata pertama, Hendarman terjungkal dari kursi Jaksa Agung karena kesalahan admistratif belaka. Yaitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ‘lupa’ mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan orang nomor satu di Korps Adhyaksa ini. Meski hanya sepucuk surat, maka menjadi inkonstitusionallah jabatan yang dipegang Hendarman. Kesalahan prosedural inilah yang menjadi kartu as sang Guru Besar Universitas Indonesia (UI) itu ke Mahkamah Kosntitusi (MK).
Saat itu, kubu pemerintah mati-matian membela Hendarman dengan logika kebenaran substantif: penunjukkan dan penetapan jaksa agung itu hak prerogratif presiden.
Kekalahan di MK ternyata tidak menjadi bahan pembelajaran buat Denny yang juga Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM). Terbukti pada saat menerbitkan SK pengetatan remisi koruptor, lagi-lagi Denny berdalih kebenaran substansif: koruptor itu kejahatan yang maha berbahaya.
Tetapi karena hanya bersandar kepada keadilan substantif, maka niat mulia ini malah menabrak prosedur hukum. Sehingga keadilan prosedural (mendapat remisi pada jatuh tempo) yang menjadi hak warga negara terlanggar.
Mendapat celah ini, Yusril yang saat itu telah mengantongi kartu advokat pun menjadikan kesalahan fatal tersebut sebagai kartu as. Hasilnya? Pengadilan lagi-lagi memenangkan Yusril.
Nah, logika bipolar prosedural versus substantif inilah yang akan dipakai oleh Yusril di MK dalam menumbangkan keputusan DPR tentang pasal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam UU APBN-P 2012.
Bedanya, jika pada 2 contoh di atas Yusril menggunakan ‘ajian’ kebenaran prosudural untuk menekuk lawan, kali ini Yusril akan menggunakan logika kebenaran substantif sebagai jurus pamungkasnya.
Perdebatan dua keadilan ini selalu bertarung dalam kehidupan bernegara di berbagai belahan dunia. Penumpasan PKI di era 1965 melambangkan keadilan substantif telah melanggar keadilan prosedural. Yaitu para anggota PKI dibunuh, ditangkap dan dipenjara tanpa prosedur hukum.
Menanggapi perdebatan kedua keadilan ini, bahwa antara keadilan prosedural dan keadilan substansial haruslah berjalan beriringan. Di sinilah peran hakim diperlukan. Ketika keadilan sustansial ingin dicapai tapi terkendala keadilan prosedural, maka hakim harus bisa melakukan terobosan hukum supaya tidak melukai keadilan prosedural.
Dua logika diatas jualah yang membuat Denny saat ini dirundung masalah terkait penggerebekan LP Pekanbaru. Seakan tidak belajar dari pengalaman, niat mulia memberantas narkoba tersandung karena kesalahan prosedur.

Sumber :

Kamis, 10 Oktober 2013

KONSEP ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN


Pengertian Kesusantraan
        Secara morfologis kata kesusastraan, yang lebih sering hanya disebut sastra, dapat diuraikan atas konfiks ke-an yang berarti ‘semua yang berkaitan dengan  prefiks su ‘baik, indah, berguna’ dan bentuk dasar sastra yang berarti ‘kata, tulisan, ilmu’.Jadi, menurut uraian di atas kesusastraan adalah semua yang berkaitan dengan tulisan yang indah. Sedang menurut arti istilah, kesusastraan atau sastra ialah cabang seni yang menggunakan bahasa sebagai medium.
Pengertian Imu Budaya
         Ilmu Budaya dasar mengajarkan pembelajaran mengenai konsep-konsep kehidupan dan budaya manusia , sedangkan kesusastraan adalah penguraian atas konflik yang digunakan untuk mencapai suatu hasil yang dikatakan bahwa keindahan atau nilai estetis suatu cipta sastra timbul karena adanya keserasian, kesepadanan, atau keharmonisan antara isi.jadi intinya kesusastraan membuat pencerahan atas konflik mengenai konsep konsep kehidupan dan budaya manusia dengan membawa nilai estetis yang baik dan menimbulkan keserasian bersama.Namun  Ilmu Budaya Dasar (yang dahulu di sebut sebagai Basic Humanities) berasal dari bahasa latin yang di sebut dengan “humanus”, yang memiliki arti manusiawi, berbudaya, dan halus. Pada umumnya, humanities mencakup filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya (sejarah, sastra, dll), maka dari itu humanities menjadi ilmu kemanusiaan dan kebudayaan.

Pendekatan Kesusastraan

Sastra berasal dari kata castra berarti tulisan. Dari makna asalnya dulu, sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh manusia, seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan sebagainya.
Sastra dalam arti khusus yang kita gunakan dalam konteks kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. Jadi, pengertian sastra sebagai hasil budaya dapat diartikan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya. Secara morfologis, kesusastraan dibentuk dari dua kata, yaitu su dan sastra dengan mendapat imbuhan ke- dan -an. Kata su berarti baik atau bagus, sastra berarti tulisan. Secara harfiah, kesusastraan dapat diartikan sebagai tulisan yang baik atau bagus, baik dari segi bahasa, bentuk, maupun isinya.
Ada tiga hal yang berkaitan dengan pengertian sastra, yaitu ilmu sastra, teori sastra, dan karya sastra.
Ø  Ilmu sastra adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki secara ilmiah berdasarkan metode tertentu mengenai segala hal yang berhubungan dengan seni sastra. Ilmu sastra sebagai salah satu aspek kegiatan sastra meliputi hal-hal berikut.
·         Teori sastra, yaitu cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang asas-asas, hukum-hukum, prinsip dasar sastra, seperti struktur, sifat-sifat, jenis-jenis, serta sistem sastra.
·         Sejarah sastra, yaitu ilmu yang mempelajari sastra sejak timbulnya hingga perkembangan yang terbaru.
·         Kritik sastra, yaitu ilmu yang mempelajari karya sastra dengan memberikan pertimbangan dan penilaian terhadap karya sastra. Kritik sastra dikenal juga dengan nama telaah sastra.
·         Filologi, yaitu cabang ilmu sastra yang meneliti segi kebudayaan untuk mengenal tata nilai, sikap hidup, dan semacamnya dari masyarakat yang memiliki karya sastra.
Keempat cabang ilmu tersebut tentunya mempunyai keterkaitan satu sama lain dalam rangka memahami sastra secara keseluruhan.
Ø  Teori sastra adalah asas-asas dan prinsip-prinsip dasar mengenai sastra dan kesusastraan.
Ø  Seni sastra adalah proses kreatif menciptakan karya seni dengan bahasa yang baik, seperti puisi, cerpen/novel, atau drama.
Karya sastra pada dasarnya adalah sebagai alat komunikasi antara sastrawan dan masyarakat pembacanya. Karya sastra selalu berisi pemikiran, gagasan, kisahan, dan amanat yang dikomunikasikan kepada pembaca. Untuk menangkap ini, pembaca harus mampu mengapresiasikannya. Pengetahuan tentang pengertian sastra belum lengkap bila belum tahu manfaatnya. Horatius mengatakan bahwa manfaat sastra itu berguna dan menyenangkan. Secara lebih jelas dapat dijelaskan sebagai berikut.
1.      Karya sastra dapat membawa pembaca terhibur melalui berbagai kisahan yang  disajikan pengarang mengenai kehidupan yang ditampilkan. Pembaca akan memperoleh pengalaman batin dari berbagai tafsiran terhadap kisah yang disajikan.
2.      Karya sastra dapat memperkaya jiwa/emosi pembacanya melalui pengalaman hidup para tokoh dalam karya.
3.      Karya sastra dapat memperkaya pengetahuan intelektual pembaca dari gagasan, pemikiran, cita-cita, serta kehidupan masyarakat yang digambarkan dalam karya.
4.      Karya sastra mengandung unsur pendidikan. Di dalam karya sastra terdapat nilai-nilai tradisi budaya bangsa dari generasi ke generasi. Karya sastra dapat digunakan untuk menjadi sarana penyampaian ajaran-ajaran yang bermanfaat bagi pembacanya.
5.      Karya sastra dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau penelitian tentang keadaan sosial budaya masyarakat yang digambarkan dalam karya sastra tersebut dalam waktu tertentu.
Menurut Koentjaraningrat sebagaimana dikutip Abdul Chaer dan Leonie dalam bukunya Sosiolinguistik bahwa bahasa bagian dari kebudayaan. Jadi, hubungan antara bahasa dan kebudayaan merupakan hubungan yang subordinatif, di mana bahasa berada dibawah lingkup kebudayaan.10 Namun pendapat lain ada yang mengatakan bahwa bahasa dan kebudayaan mempunyai hubungan yang koordinatif, yakni hubungan yang sederajat, yang kedudukannya sama tinggi.
Masinambouw menyebutkan bahwa bahasa dan kebudayaan merupakan dua sistem yang melekat pada manusia. Kalau kebudayaan itu adalah sistem yang mengatur interaksi manusia di dalam masyarakat, maka kebahasaan adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai sarana berlangsungnya interaksi itu.
Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi-materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni.Budaya Indonesia sanagat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya. Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai berikut :
1.      Kenyataan bahwa bangsa indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yg tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yg biasanya tidak lepas dari ikatan2 primordial, kesukaan, dan kedaerahan .
2.      Proses pembangunan yg sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya .
3.      Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan mausia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya .
Contohnya dongeng/cerita rakyat Tangkuban perahu dari jawa barat.
Pada jaman dahulu,dijawa barat hidup lah seorang putri raja yang bernama dayang sumbi.
ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama sangkuriang. anak tersebut sangat gemar memburu di dalam hutan. setiap berburu, dia selalu di temani oleh sekor anjing kesayangan yang bernama tumang. Tumang adalah titisan dewa, dan juga bapa kandung sangkuriang, tetapi sangkuriang tidak tahu hal itu dan ibu nya memang sengaja merahasiakannya.

pada suatu hari, seperti biasanya sangkuriang pergi ke hutan untuk berburu. Setelah sampainya di hutan, sangkuriang mulai mencari buruan. Dia melihat ada seekor burung yang sedang bertengger di lahan, lalu tanpa berpikir panjang sangkuriang langsung menembak ya dan tepat mengenai sasaran sangkuriang lalu memerintah tumang untuk mengejar buruannya tadi,tetapi situmng diam saja dan tidak mau mengikuti perintah sangkuriang. Karena sangat jengkel pada tumang maka sangkuriang lalu mengusir tumang dan tidak diijinkan pulang ke rumah bersamanya lagi

sesampai di rumah, sangkuriang menceritakan kejadian tersebut kepada ibu nya begitu mendengar cerita dari anak nya, dayang sumbi sangat marah.Diambil sendok nasi dan dipukulkan ke kepala nya. karena merasa kecewa dengan perlakuan ibu nya,maka sangkuriang memutuskan untuk pergi mengembara dan meninggal kan rumah nya.

setelah kejadian itu, dayang sumbi sangat menyesali perbuatan nya. ia berdoa setiap hari, dan meminta agar suatu hari dapat bertemu dengan anak nya kembali karena kesungguhan dari doa dayang sumbi tersebut,maka dewa memberikan hadiah kecantikan abadi selamnya nya.

setelah bertahun tahun lamanya sangkuriang mengembara, akhirnya berniat pulang ke kampung halamannya sesampainya disana,dia sangat terkejut sekali,karena kampung halamannya berubah total. Rasa senang sangkuriang tersebut bertambah ketika saat di tengah jalan bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik jelita,yang tidak lain adalah dayang sumbi. karena terpesona dengan kecntikkan tersebut,maka sangkuriang melamarnya. Akhirnya lamaran sangkuriang diterima oleh dayang sumbi, dan sepakat akan menikah diwktu dekat.

pada suatu hari  sangkuriamg meminta ijin untuk berburu di hutan kepada calon istrinya alangkah terkejutnya dayang sumbi melihat bekas luka yang mirip dengan bekas luka anaknya dayang sumbi bertambah terkejut, karena ternyata benar bahwa clon suami nya tersebut adalah anaknya sendiri.

dayang sumbi sangat bingung sekali untuk mencoba berbicara kepada sangkuriang, supaya sangkuriang mencoba membatalkan pernikahannya dan hanya dianggap angin lalu saja.

setiap hari dayang sumbi berpikir bagaimana cara membatal kan pernikahan mereka dayang sumbi mengajukan 2 syarat apabila sangkuriang dapat memenuhi 2 syarat tersebut, maka dayang sumbi mau jadikan istri nya tapi sebaliknya,
1. dayang sumbi ingin membendung sungai citarum
2. dayang sumbi ingin meminta sangkuriang untuk membuat sanpan yang besar untuk menybrang sungai.

sebelum fajar menyingsing sangkuriang garus menyelesaikan tugas tersebut. Diam-diam dayang sumbi mengintip hasil kerja dari sangkuriang betapa terkejutnya dia, sangkuriang hampir menyelesai kan syarat tersebut.

dayang sumbi lalu meminta bantuan masyarakat sekitar untuk menggelar kain sutra berwarna merah di sebelum timur kota. ketika melihat warna memerah sangkuriang mengira kalo hari sudah menjelang pagi. sangkuriang langsung menghentikan pekerjaannya dan akhirnya sangkuriang tidak dapat memenuhi syarat yang diajukan dayang sumbi.

dengan rasa jengkel dan kecewa, sangkuriang lalu menjebol bendungan yg telah di buatnya sendri. Maka terjadilah banjir dan akhirnya seluruh kota terendam air sangkuriang juga menendang sanpan besar yang telah dibuatnya. Sanpan itu melayang dan jatuh tertumpuk, lalu menjadi sebuah gunung yang bearnma TANGKUBAN PERAHU.
Cerita sangkuriang ini bertentangan dengan kebudayaan pada zamannya, tetapi dalam sisi kesusastraanya tetap mengandung suatu kebudayaan karena pada akhirnya hubungannya tidak berhasil karena bertentangan dengan kebudayaan yang ada. Dalam kesusastraan harus ada aspek lingkungan yang artinya adalah sebuah kebudayaan.

Cerita sangkuriang yang mencintai ibu kandungnya sendiri adalah hal yang sangat tidak wajar, karena cintanya kepada dayang sumbi bukanlah rasa cinta sebagai seorang anak yang mencintai ibu kandungnya melainkan cinta seorang laki-laki dewasa yang mencintai lawan jenisnya.  Hal ini tidak patut untuk dicontoh.
Sumber :
http://fabelkoe.blogspot.com/2012/12/tangkuban-perahu.html