C. Psikoterapi Via Internet
Psikoterapi
merupakan pengobatan alam pikiran, atau lebih tepatnya, pengobatan dan
perawatan gangguan psikis melalui metode psikologis (Rita L Arkinson ; tt :
491). SEdangkan menurut James P Chaplin (1999:407) secara khusus psikoterapi
adalah penerapan teknik khusus pada penyembuhan penyakit mental atau pada
kesulitan-kesulitan penyesuaian diri setiap hari. Secara luas, psikoterapi
mencakup penyembuhan lewat keyakinan agama melalui pembicaraan informasi atau
diskusi personal dengan guru atau teman.
Perkembangan
internet telah mendapat tempat tersendiri dalam proses kehidupan manusia,
termasuk pada pelaksanaan layanan konseling. Pelyanan konseling tatap muka pada
beberapa hal juga menimbulkan beberapa permasalahan diharapkan dapat teratasi
dengan adanya pendekatan-pendekatan pelayanan jarak jauh yang memungkinkan
pemberian bantuan pada klien dengan berbagai kebutuhan khusus (Jean Clark,
2002: 180).
Beberapa keuntungan yang dapat
diperoleh melalui konseling online adalah :
1.
Terdapat rekaman yang permanen selama
proses konseling berlangsung, hal ini akan sangat bermanfaat bagi klien,
konselor maupun supervisor konselor.
2.
Seni mengetik akan membantu individu
untuk merefleksikan pengalamanya.
3.
Klien dapat mengekspreikan perasaannya
dalam kondisi “sekarang”, klien dapat segera mengetik dan mengirimkan email
ketika sedang merasa depresi atau mengalami gejala panic tanpa harus menunggu
hingga sesi konseling berikutnya (Murphy and Mitchell, dalam John McLeod, 2009:
553).
Namun demikian, permasalahan kode etik dalam pelayanan konseling
online perlu mendapat perhatian lebih lanjut dari petugas lapangan maupun
pengembang pendekatan ini. Berdasarkan hasil survey Shaw and Shaw (dalam Jhon
McLeod, 2009: 553) mengenai permasalahan kode etik pelayanan konseling online
bahwa pada tahun 2002 terdapat 88 website konseling, yang hanya 88% diantaranya
mencantumkan nama lengkap konselor dengan 75% konselor yang telah
berkualifikasi, kemudian 49% menggunakan prosedur penilaian dan hanya 27%
menggunakan software pengaman yang telah terenkripsi, hal ini merupakan
peringatan bagi konselor yang bergerak dalam renah konseling online.
Cognitive Behavioral Therapy
(CBT)
v CBT
merupakan terapi yang menggabungkan dua terapi, yaitu terapi kgnitif dan terapi
perilaku. Terapi ini dirancang untuk merubah pola piker negatif menjadi positif
sehingga perilaku maladaptive yang timbul akibat pola piker yang salah juga
akan berubah menjadi perilaku yang adaptif. Sehingga pada akhirnya diharapkan
individu memiliki kemampuan untuk bereaksi secara adaptif pada pengaruh dan
efektifitas Cognitive Behavioral Therapy (CBT) berbasis computer terhadap klien
cemas dan depresi saat menghadapi
masalah atau situasi sulit dalam setiap fase kehidupan.
v CBT
telah banyak dilakukan pada pasien-pasien gangguan mental termasuk pada pasien
gangguan kecemasan dan depresi serta memberikan hasil cukup efektif. Namun,
keterbatasan biaya, akses, dan praktisi yang ahli dalam pelaksanaan CBT membuat
terapi CBT ini juga belum dapat diaplikasikan secara optimal pada penderita
gangguan mental, khususnya gangguan kecemasan dan depresi.
v Pelaksanaan
CBT dengan berbasis komputer telah dikembangkan oleh Christensen, dkk, pada
tahun 2001, dan mendapatkan respon yang sangat baik bagi para penderita
gangguan kecemasan dan depresi. CBT efektif dalam menurunkan gejala depresi dan
kecemasan, serta dari segi biaya.
CBT berbasis komputer meruakan program terapi yang melibatkan
pengobatan berdasarkan manual CBT yang telah disesuaikan dengan format
komputerisasi. Pada beberapa kasus, terapi berbasis komputer, meliputi beberapa
jenis kontak pribadi dengan terapis CBT yang mengikuti perkembangan pasien dan
selalu siap untuk menjawab pertanyaan, misalnya melalui email, telepon atau
pertemuan tatap muka yang sedikit terbatas. Beberapa program berbasis komputer
hanya melakukan kontak yang minimal denga terapis CBT, sementara hal lainnya
hanya digunakan sebagai pelengkap yang diberikan oleh terapis. Pada CBT
berbasis komputer belum ditetapkan ukuran kelompok pasien gangguan kecemasan
atau depresi yang mungkin cocok untuk penerapan CBT berbasis komputer. Christensen, Griffiths,
dan Korten, (2002), telah mengembangkan situs resmi gratis tentang CBT berbasis
internet, yang dikenal dengan MoodGYM. Situs ini dirancang untuk mengobati dan
mencegah depresi pada orang muda. Situs ini tersedia untuk semua pengguna
internet, dan ditargetkan untuk orang-orang yang mungkin tidak memiliki kontak
resmi dengan bantuan layanan professional.
Saran-saran :
Ø Seiring
dengan perkembangan teknologi dan informasi di bidang kesehatan, Perawat
sebagai tenaga kesehatan perlu memiliki pemahaman dan keterampilan yang baik
tenyang penggunaan dan pemanfaatan komputer dan internet dalam dukungan
pelayanan keperawatan yang lebih optimal.
Ø Psikoterapi,
khususnya CBT berbasis komputer dapat dilaksanakan di Indonesia karena mudah
diakses semua kalangan, biaya yang terjangkau, dan memungkinkan terapis untuk
dapat melayani klien lebih banyak dibandingkan dengan pemberian terapi melalui
tatap muka.
Daftar Pustaka :
Ardi, Zadrian &
Yendi, Meivilona Frischa. (2013). Konseling
Online : Sebuah Pendekatan Teknologi Dalam Pelayanan Konseling. 1-15.
Zakiyah. (2014). Pengaruh Dan Efektifitas Cognitive
BehavioralTherapy (CBT) Berbasis Komputer Terhadap Klien Cemas Dan Depresi.
1-18.
Dasril. (2008). Psikoterapi PendekatanSufistik Dalam
MenanganiMasalah Agama Dan Moral Remaja. 21-24.
Sunarto, Muhammad. (2010). Konseling Hiv Online Berbasis
Internet. 5-8.
G D, Juniawan, dkk. (2008). Aplikasi Bimbingan Konseling Berbasis Web. 2-3.