Rabu, 29 Juni 2016

Psikoterapi_Terapi Kelompok



A.    Pengertian Terapi Kelompok
Terapi kelompok adalah terapi yang dilakukan melalui sebuah kelompok namun memiliki kegiatan yang terstruktur dan memberikan efek terapeutik bagi anggotanya. Efek terapeutik yaitu kegiatan yang dilakukan dalam kelompok akan memberikan efek terapi kepada masing-masing anggota. Mereka akan belajar untuk membuka diri mereka, menceritakan masalah mereka, mendengar pendapat atau saran dari anggota lain.

B.     Bentuk- bentuk Terapi Kelompok
Terapi kelompok terdiri tas beberapa bentuk, sebagian besar berasal dari jenis-jenis terapi individual, yaitu :
1.      Kelompok Eksplorasi Interpersonal : mengembangkan kesadaran diri tentang gaya hubungan interpersonal melalui umpan balik korektif dari anggota kelompok yang lain. Pasien diterima dan didukung, oleh karena itu dapat meningkatkan harga diri. Tipe ini yang paling umum dilakukan.
2.      Kelompok Bimbingan Inspirasi : kelompok yang sangat terstruktur khoesif, mendukung yang meminimalkan pentingnya tilikan dan memaksimalkan nilai diskusi di dalam kelompok dan persahabatan.
3.      Terapi Berorientasi psikoanalitik : suatu teknik kelompok dengan struktur yang longgar, terapis melakukan interpretasi tentang konflik nirsadar pasien dan memprosesnya dari observasi interaksi antar anggota kelompok.
Sejumlah tipe terapi kelompok yang lain antara lain :
1.      Terapi perilaku
2.      Gestalt
3.      Konfrontasi
4.      Psikodrama (Role Play)
5.      Analisis transaksional
6.      Maarthon, dll.

C.     Teknik Terapi Kelompok
Terapi kelompok dapat berlangsung beberapa minggu, beberapa bulan atau beberapa tahun dan biasanya dilakukan seminggu sekali. Terdiri dari 5-12 anggota (bergantung pada tipenya). Terapis banyak dari disiplin ilmu dapat melakukan terapi kelompok, banyak terapi kelompok dilakukan dengan menyatakan ko-terapis. Beberapa kelompok terdiri dari pasien dengan hanya satu diagnosis (missal ; skizofrenia, Alkoholisme) tetapi ada juga yang campuran. Belum jelas pasien-pasien mana saja yang mendapat manfaat atau memburuk dengan terapi kelompok.

D.    MetodeTerapi Kelompok
Dalam praktek  terapi kelompok sangat bervariasi seperti halnya denga terapi individual. Bentuk-bentuk paling awal terapi kelompok bersifat didaktis dimana pemimpin kelompok berceramah, meyakinkan dan mengarahkan. Karena adanya perkembangan-perkembangan baru dibidang ini, pemimpin kelompok menjalankan fungsi yang sama untuk kelompok sama seperti yang dilakukan oleh terapis individual untuk pasiennya. Dia mendorong, mengungkapkan, memeriksa motif-motif, memberikan penafsiran-penafsiran, dan sedikit demi sedikit membangkitkan partisipasi masing-masing anggota kelompok dalam fungsi ini.

E.     Kegunaan Terapi Kelompok
Partisipasi dalam pengalaman terapi kelompok akan menghilangkan perasaan-perasaan terisolasi dalam diri pasien dan keunikan dari penyakitnya dan demikian menghilangkan kecemasan-kecemasannya dan mendorongnya untuk membicarakan perasaan-perasaan batinnya dengan sepenuh hati.

F.      Kekurangan Terapi Kelompok
1.      Tiidak semua klien cocok : tertutup, masalah verbal, interaksi
2.      Peran terapi menyebar : menangani banyak orang sekaligus
3.      Sulit menumbuhkan kepercayaan : kurang personal
4.      Klien sangat tergantung dan berharap terlalu banyak pada kelompok
5.      Kelompok tidak dijadikan sarana untuk berlatih
6.      Membutuhkan terapis terlatih





Daftar Pustaka :
Kaplan, Sadock, S. Psikoterapi Sinopsis Psikiatri. Edisi : Ketujuh. Jilid 2, hal 383-442.
Tomb, D. A. (2003). Buku Saku : Psikiatri. Jakarta: EGC
Semiun, Y. (2006). Kesehatan Mental 3. Yogyakarta: Kanisius.
Trecker, H. b. (2008). Social Work administration. University of California Assocation Press.

Psikoterapi_Terapi Keluarga



A.    Pengertian Terapi Keluarga
Terapi keluarga adalah pendekatan terapeutik yang melihat masalah individu dalam konteks lingkungan khususnya keluarga dan menitik beratkan pada prosees interpersonal. Terapi keluarga merupakan intervensi spesifik dengan tujuan membina komunikasi secara terbuka interaksi keluarga secara sehat. Terapi keluarga merupakan salah satu bentuk psikoterapi kelompok yang berdasarkan pada kenyataan bahwa manusia adalah makhluk social dan bukan suatu makhluk yang terisolir.
B.     Konsep Terapi Keluarga
Terapi keluarga adalah model terapi yang bertujuan mengubah pola interaksi keluarga sehingga bisa membenahi masalah-masalah dalam keluarga. Terapi keluarga muncul dari observasi bahwa masalah-masalah yang ada pada terapi individual mempunyai konsekuensi dan konteks sosial. Contohnya : klien yang menunjukan peningkatan selama menjalani terapi individual, bisa terganggu lagi setelah kembali pada keluarganya. Menurut teori awal dari psikopatologi, lingkungan keluarga dan interaksi orang tua anak adalah penyebab dari perilaku maladaptive.
C.     Tujuan Terapi Keluarga
Tujuan pertama adalah menemukan bahwa masalah yang ada berhubungan dengan keluarganya, kemudia dengan jalan apa dan bagaimana anggota keluarga tersebut ikut berpartisipasi. Ini dibutuhkan untuk menemukan siapa yang sebenarnya terlibat, karenanya perlu bergabung dalam sesi keluarga dalam terapi ini juga memungkinkan apabila diikut sertakan tetangga, nenek serta kakek, atau keluarga dekat yang berpengaruh.
D.    Unsur-Unsur Terapi Keluarga
Terapi keluarga didasarkan pada teori sistem yang terdiri dari 3 prinsip yaitu :
1.      Kausalitas Sirkular ; peristiwa berhubungan dan saling bergantung bukan ditentukan dalam sebab satu arah efek perhubungan.
2.      Ekologi ; bahwa sistem hanya dapat dimengerti sebagai pola integrasi, tidak sebagai kumpulan dari bagian komponen.
3.      Subjektivitas ; tidak ada pandangan yang objektif terhadap suatu masalah, tiap anggota keluarga mempunyai persepsi sendiri dari masalah keluarga.
Terapi keluarga tidak bisa digunakan bila tidak mungkin untuk mempertahankan atau memperbaiki hubungan kerja antar anggota kunci keluarga. Tanpa adanya kesadaran akan pentingnya menyelesaikan masalah pada setiap anggota inti keluarga maka terapi keluarga sulit dilaksanakan.
E.     Model Terapi Dalam Keluarga
1.      Experiental / Humanistik ; insight, kematangan psikoseksual, penguatan funfsi ego, pengurangan gejala patologis, dan memuaskan lebih banyak relasi obyek.
2.      Bowenian ; memaksimalkan diferensiasi diri pada masing-masing anggota keluarga.
3.      Psikodinamika ;
4.      Behavioral
5.      Structural ; perubahan pada konteks hubungan dalam rangka rekonstuksi organisasi keluarga dan merubah pola disfungsi transaksional.
6.      Komunikasi ; mengubah perilaku disfungsional dan rangkaian perilaku yang tidak diinginkan antara anggota keluarga serta memperbanyak sekuensi perilaku diantara anggota keluarga untuk mengurangi timbulnya masalah-masalah dan simtom-simtom kerangka umum dari pendekatan komunikasi adalah masalah masa kini.
F.      Pendekatan Terapi Keluarga
1.      Network Therapy
2.      Multiple-impact Therapy
3.      Multiple family and multiple-couple group Therapy
Daftar Pustaka :
Becvar, Dorothy S. Becvar, Raphael J. 1976.Family Teraphy (A systematic Intregation). Adivision of  Simon & Schester, Inc. Needham Height; Massachusetts.
Korchin, Sheldon J. 1976.Modern Clinical Psychology. Basic Books, Inc. Publishers: New York.
Nietzel, Michael. 1998. Introduction To Clinical Psychology. Simon & Schuster /  Aviacom Company. Upper Saddle River: New Jersey.
Almasitoh, Ummu Hany. (2012). Model Terapi dalam Keluarga. Magistra.