Putri Dewi Sumitra
17513003
1PA02
Ilmu alamiah atau sering
disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang
mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini,
sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan
prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.
Ilmu-ilmu alamiah
(nature science). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui
keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal
ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku
mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan
suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu
dibuat prediksi. Hasil penelitian 100% benar dan 100% salah.
Lahirnya ilmu alamiah
Ø Panca indera akan
memberikan tanggapan terhadap semua rangsangan dimana tanggapan itu menjadi
suatu pengalaman. Pengalaman yang diperoleh terakumulasi oleh karena adanya
kuriositas manusia. Pengalaman merupakan salah satu faktor terbentuknya
pengetahuan, yakni kumpulan fakta-fakta. Pengalaman akan bertambah terus
seiring berkembangnya manusia dan mewariskan kepada generasi-generasi
berikutnya.
Ø Pertambahan pengetahuan
di dorong oleh pertama untuk memuaskan diri, yang bersifat non-praktis atau
teoritis guna memenuhi kuriositas dan memahami hakekat alam dan isinya kedua,
dorongan praktis yang memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan taraf
hidup yang lebih tinggi.
Ø Dorongan pertama
melahirkan Ilmu Pengetahuan Murni (Pure Science) sedang dorongan kedua menuju
Ilmu Pengetahuan Terapan (Aplied Science).
METODE ILMIAH DAN IMPLEMENTASINYA
Segala kebenaran dalam ilmu Alamiah terletak pada metode ilmiah.
Langkah pemecahan atau prosedur ilmiah meliputi :
1.
Penginderaan, merupakan suatu aktivitas melihat, mendengar,
merasakan, mengecap terhadap suatu objek tertentu.
2.
Masalah dan problema, menemukan masalah dengan mengemukakan
pertanyaan apa dan bagaimana.
3.
Hipotesis, jawaban sementara terhadap pertanyaan yang kita ajukan.
4.
Eksperimen, dari sini ilmu alamiah dan non ilmu alamiah dapat
dipisahkan. Contoh dalam gejala alam tentang serangga dengan lampu (sinar
biru).
5.
Teori, bukti eksperimen merupakan langkah ilmiah berikutnya yaitu
teori. Dengan hasil eksperimen dari beberapa peneliti dan bukti-bukti yang
menunjukan hasil yang dapat dipercaya dan valid walaupun dengan keterbatasan
tertentu, maka disusun teori. Teori-teori yang dikemukakan itu dapat
diaplikasikan untuk menjawab kebutuhan manusia, seperti pengusiran serangga
atau perangkap nyamuk (terkait dengan teori pencahayaan).
KETERBATASAN ILMU ALAMIAH
Untuk itu perlu
dilakukan pengujian sampai di mana berlakunya metode ilmiah dan di mana metode
ilmiah tidak berlaku. Untuk itu kita perlu memperhatikan :
1.
Bidang Ilmu Alamiah : yang menentukan bidang ilmu alamiah adalah
metode ilmiah, karena bidang ilmu alamiah adalah wahana di mana metode ilmiah
dapat diterapkan, sebaliknya bidang non ilmiah adalah wahana di mana metode
ilmiah tidak dapat diterapkan. Contoh hipotesa tentang keberadaan Tuhan
merupakan konsep yang tidak bisa menggunakan metode ilmiah dan apabila
menggunakan konsep ini bisa menyebabkan orang Atheis.
2.
Tujuan Ilmu Alamiah : membentuk dan menggunakan teori. Ilmu
alamiah hanya dapat mengemukakan bukti kebenaran sementara. Dkl. Kebenaran
sementara adalah “Teori”. Karena tidak ada sesuatu yang mutlak tetapi terus
mengalami perubahan (contoh teori tentang bumi ini bulat).
3.
Ilmu alamiah dan nilai, ilmu alamiah tidak menentukan moral atau
nilai suatu keputusan. Manusia pemakai ilmu alamiah yang menilai apakah hasil
ilmu Alamiah baik atau sebaliknya. Contoh penemuan mesiu atau bom atom,
rekayasa genetika, dsb.
MANUSIA YANG BERSIFAT UNIK
Ciri Khas Manusia :
Ø Organ tubuhnya kompleks
dan sangat khusus, terutama otaknya
Ø Mengadakan metabolism
atau pertukaran zat, (ada yang masuk dan keluar)
Ø Memberikan tanggapan
terhadap rangsangan dari dalam dan luar
Ø Memiliki potensi untuk
berkembang biak
Ø Tumbuh dan bergerak
Ø Berinteraksi dengan
lingkungannya
Ø Sampai pada saatnya
mengalami kematian
Manusia adalah makhluk yang lemah disbanding makhluk lain namun
dengan akal budinya dan kemauannya yang sangat kuat maka manusia dapat
mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia dapat hidup dengan lebih
baik lagi. Akal budinya dan kemauannya yang sangat kuat itulah sifat unik dari
manusia.
Ciri-ciri perilaku manusia yang membedakan dari makhluk lain
Menurut Sarlito Wirawan Sarwono (1983) dalam bukunya Pengantar
Umum Psikologi, ciri-ciri perilaku manusia yang membedakan dari makhluk lain
adalah :
·
Kepekaan sosial, Artinya kemampuan manusia untuk dapat
menyesuaikan perilakunya sesuai pandangan dan harapan orang lain. Manusia
adalah makhluk sosial yang dalam hidupnya perlu kawan dan bekerja sama dengan
orang lain. Perilaku manusia adalah situasional , artinya perilaku manusia akan
berbeda pada situasi yang berbeda.
·
Kelangsungan Perilaku, Artinya antara perilaku yang satu ada
kaitannya dengan perilaku yang lain, perilaku sekarang adalah kelanjutan
perilaku yang baru lalu, dan seterusnya. Dalam kata lain bahwa perilaku manusia
terjadi secara berkesinambungan bukan secara serta merta.
·
Orientasi pada tugas, artinya bahwa setiap perilaku manusia selalu
memiliki orientasi pada suatu tugas tertentu. Seorang mahasiswa yang rajin
belajar menuntut ilmu, orientasinya adalah untuk dapat menguasai ilmu
pengetahuan tertentu. Demikian juga individu yang bekerja, berorientasi untuk
menghasilkan sesuatu.
·
Usaha dan perjuangan, artinya usaha dan perjuangan pada manusia
telah dipilih dan ditentukan sendiri, serta tidak akan memperjuangkan sesuatu
yang memang tidak ingin diperjuangkan. Jadi, sebenarnya manusia memiliki
cita-cita (aspiration) yang ingin diperjuangkannya, sedangkan hewan hanya
berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang sudah tersedia di alam.
·
Tiap-tiap individu manusia adalah unik, artinya unik di sini
mengandung arti bahwa manusia yang satu berbeda dengan manusia yang lain dan
tidak ada dua manusia yang sama persis di muka bumi ini, walaupun ia dilahirkan
kembar. Manusia mempunyai ciri-ciri, sifat, watak, tabiat, kepribadian, motivasi
tersendiri yang membedakannyadari manusia lainnya. Perbedaan pengalamaan yang
dialami individu pada masa silam dan cita-citanya kelak dikemudia
hari,menentukan perilaku individu di masa kini yang berbeda-beda pula.
Manusia berbeda dengan binatang, perbedaan makin jelas terinci
sebagai berikut :
Ø Manusia dapat berpikir,
sehingga merupakan makhluk yang cerdas dan bijaksana (Homo sapiens)
Ø Manusia dapat membuat
alat-alat dan mempergunakannya, sehingga disebut manusia kerja (Homo faber)
Ø Manusia dapat berbicara
(Homo languens), pemikiran dalam otak dapat disampaikan lewat bahasa.
Ø Manusia dapat hidup
bermasyarakat (homo socius), bukan hamya bergerombol seperti binatang yang
hanya kenal hukum rimba, bahwa yang kuat itulah yang berkuasa.
Ø Manusia dapat mengadakan
usaha atas dasar perhitungan ekonomi (Homo aeconomicus)manusia menyadari adanya
kekuatan gaib yang lebih hebat dari pada manusia, sehingga menjadi manusia
berkepercayaan (Homo religius)
Ø Disamping itu, ada juga
hal lain seperti Homo humanis (manusia berbudaya).
Ø Homo aestheticus (manusia
yang tahu akan keindahan)
Manusia sangat tergantung
pada alam atau Man Alam (natural Man) yang hidupnya bergantung pada pemberian
alam (food gathering) dengan jalan berburu (untuk memperoleh daging) dan meramu
(untuk memperoleh sayuran). Kepercayaan agama alam (animisme dan dinamisme)
kebutuhan primer : pangan (berburu dan meramu), sandang (kulit kayu) dan papan
(di atas pohon untuk menghindari binatang buas).
Manusia yang sudah
menguasai alam atau manusia budaya (cultural man) yang hidupnya dilakukan
dengan cara menghasilkan apa yang dibutuhkan (food producing). Awalnya :
bercocok tanam dan memelihara ternak, sehingga kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan
sekunder seperti pakaian, rumah dan makanan merupakan sesuatu yang dinikmati,
disamping fungsi pokoknya untuk memelihara hidup. Manusia sudah mengenal agama
(samawi) manusia juga disebut sebagai pencipta kedua (Second Creator), missal dulu
hutan pohon sekarang hutan beton.
Sumber :
1.
Sebutkan dan jelaskan sifat unik dari manusia
·
Manusia dapat berpikir, sehingga merupakan makhluk yang cerdas dan
bijaksana (Homo sapiens)
·
Manusia dapat membuat alat-alat dan mempergunakannya, sehingga
disebut manusia kerja (Homo faber)
·
Manusia dapat berbicara (Homo languens), pemikiran dalam otak
dapat disampaikan lewat bahasa.
·
Manusia dapat hidup bermasyarakat (homo socius), bukan hamya
bergerombol seperti binatang yang hanya kenal hukum rimba, bahwa yang kuat itulah
yang berkuasa.
·
Manusia dapat mengadakan usaha atas dasar perhitungan ekonomi (Homo
aeconomicus)manusia menyadari adanya kekuatan gaib yang lebih hebat dari pada
manusia, sehingga menjadi manusia berkepercayaan (Homo religius)
·
Disamping itu, ada juga hal lain seperti Homo humanis (manusia
berbudaya).
·
Homo aestheticus (manusia yang tahu akan keindahan)
2.
Jelaskan proses lahirnya ilmu pengetahuan
Pengalaman merupakan salah satu faktor terbentuknya pengetahuan,
yakni kumpulan fakta-fakta. Pengalaman akan bertambah terus seiring
berkembangnya manusia dan mewariskan kepada generasi-generasi berikutnya. Pertambahan
pengetahuan di dorong oleh pertama untuk memuaskan diri, yang bersifat non-praktis
atau teoritis guna memenuhi kuriositas dan memahami hakekat alam dan isinya
kedua, dorongan praktis yang memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan
taraf hidup yang lebih tinggi. Dorongan pertama melahirkan Ilmu Pengetahuan
Murni (Pure Science) sedang dorongan kedua menuju Ilmu Pengetahuan Terapan
(Aplied Science).