Sabtu, 01 November 2014

#PINTERNET : C. Psikoterapi Via Internet



C. Psikoterapi Via Internet

Psikoterapi merupakan pengobatan alam pikiran, atau lebih tepatnya, pengobatan dan perawatan gangguan psikis melalui metode psikologis (Rita L Arkinson ; tt : 491). SEdangkan menurut James P Chaplin (1999:407) secara khusus psikoterapi adalah penerapan teknik khusus pada penyembuhan penyakit mental atau pada kesulitan-kesulitan penyesuaian diri setiap hari. Secara luas, psikoterapi mencakup penyembuhan lewat keyakinan agama melalui pembicaraan informasi atau diskusi personal dengan guru atau teman.
Perkembangan internet telah mendapat tempat tersendiri dalam proses kehidupan manusia, termasuk pada pelaksanaan layanan konseling. Pelyanan konseling tatap muka pada beberapa hal juga menimbulkan beberapa permasalahan diharapkan dapat teratasi dengan adanya pendekatan-pendekatan pelayanan jarak jauh yang memungkinkan pemberian bantuan pada klien dengan berbagai kebutuhan khusus (Jean Clark, 2002: 180).
Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh melalui konseling online adalah :
1.    Terdapat rekaman yang permanen selama proses konseling berlangsung, hal ini akan sangat bermanfaat bagi klien, konselor maupun supervisor konselor.
2.    Seni mengetik akan membantu individu untuk merefleksikan pengalamanya.
3.    Klien dapat mengekspreikan perasaannya dalam kondisi “sekarang”, klien dapat segera mengetik dan mengirimkan email ketika sedang merasa depresi atau mengalami gejala panic tanpa harus menunggu hingga sesi konseling berikutnya (Murphy and Mitchell, dalam John McLeod, 2009: 553).
Namun demikian, permasalahan kode etik dalam pelayanan konseling online perlu mendapat perhatian lebih lanjut dari petugas lapangan maupun pengembang pendekatan ini. Berdasarkan hasil survey Shaw and Shaw (dalam Jhon McLeod, 2009: 553) mengenai permasalahan kode etik pelayanan konseling online bahwa pada tahun 2002 terdapat 88 website konseling, yang hanya 88% diantaranya mencantumkan nama lengkap konselor dengan 75% konselor yang telah berkualifikasi, kemudian 49% menggunakan prosedur penilaian dan hanya 27% menggunakan software pengaman yang telah terenkripsi, hal ini merupakan peringatan bagi konselor yang bergerak dalam renah konseling online.

Cognitive Behavioral Therapy (CBT)
v  CBT merupakan terapi yang menggabungkan dua terapi, yaitu terapi kgnitif dan terapi perilaku. Terapi ini dirancang untuk merubah pola piker negatif menjadi positif sehingga perilaku maladaptive yang timbul akibat pola piker yang salah juga akan berubah menjadi perilaku yang adaptif. Sehingga pada akhirnya diharapkan individu memiliki kemampuan untuk bereaksi secara adaptif pada pengaruh dan efektifitas Cognitive Behavioral Therapy (CBT) berbasis computer terhadap klien cemas dan depresi  saat menghadapi masalah atau situasi sulit dalam setiap fase kehidupan.
v  CBT telah banyak dilakukan pada pasien-pasien gangguan mental termasuk pada pasien gangguan kecemasan dan depresi serta memberikan hasil cukup efektif. Namun, keterbatasan biaya, akses, dan praktisi yang ahli dalam pelaksanaan CBT membuat terapi CBT ini juga belum dapat diaplikasikan secara optimal pada penderita gangguan mental, khususnya gangguan kecemasan dan depresi.
v  Pelaksanaan CBT dengan berbasis komputer telah dikembangkan oleh Christensen, dkk, pada tahun 2001, dan mendapatkan respon yang sangat baik bagi para penderita gangguan kecemasan dan depresi. CBT efektif dalam menurunkan gejala depresi dan kecemasan, serta dari segi biaya.
CBT berbasis komputer meruakan program terapi yang melibatkan pengobatan berdasarkan manual CBT yang telah disesuaikan dengan format komputerisasi. Pada beberapa kasus, terapi berbasis komputer, meliputi beberapa jenis kontak pribadi dengan terapis CBT yang mengikuti perkembangan pasien dan selalu siap untuk menjawab pertanyaan, misalnya melalui email, telepon atau pertemuan tatap muka yang sedikit terbatas. Beberapa program berbasis komputer hanya melakukan kontak yang minimal denga terapis CBT, sementara hal lainnya hanya digunakan sebagai pelengkap yang diberikan oleh terapis. Pada CBT berbasis komputer belum ditetapkan ukuran kelompok pasien gangguan kecemasan atau depresi yang mungkin cocok untuk penerapan CBT  berbasis komputer. Christensen, Griffiths, dan Korten, (2002), telah mengembangkan situs resmi gratis tentang CBT berbasis internet, yang dikenal dengan MoodGYM. Situs ini dirancang untuk mengobati dan mencegah depresi pada orang muda. Situs ini tersedia untuk semua pengguna internet, dan ditargetkan untuk orang-orang yang mungkin tidak memiliki kontak resmi dengan bantuan layanan professional.
Saran-saran :
Ø  Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi di bidang kesehatan, Perawat sebagai tenaga kesehatan perlu memiliki pemahaman dan keterampilan yang baik tenyang penggunaan dan pemanfaatan komputer dan internet dalam dukungan pelayanan keperawatan yang lebih optimal.
Ø  Psikoterapi, khususnya CBT berbasis komputer dapat dilaksanakan di Indonesia karena mudah diakses semua kalangan, biaya yang terjangkau, dan memungkinkan terapis untuk dapat melayani klien lebih banyak dibandingkan dengan pemberian terapi melalui tatap muka.




Daftar Pustaka :

Ardi, Zadrian & Yendi, Meivilona Frischa. (2013). Konseling Online : Sebuah Pendekatan Teknologi Dalam Pelayanan Konseling. 1-15.
Zakiyah. (2014). Pengaruh Dan Efektifitas Cognitive BehavioralTherapy (CBT) Berbasis Komputer Terhadap Klien Cemas Dan Depresi. 1-18.
Dasril. (2008). Psikoterapi PendekatanSufistik Dalam MenanganiMasalah Agama Dan Moral Remaja. 21-24.
Sunarto, Muhammad. (2010). Konseling  Hiv Online Berbasis Internet. 5-8.
G D, Juniawan, dkk. (2008). Aplikasi Bimbingan Konseling Berbasis Web. 2-3.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar