Rabu, 18 Maret 2015

Konsep Sehat Abraham Maslow

Pendahuluan

Dalam kehidupan manusia mempunyai sebuah kesehatan dimana seseorang merasa baik dengan fisik dan mentalnya lebih tepatnya sehat yaitu suatu kondisi yang bebas dari berbagai jenis penyakit baik secara fisik, mental, maupun sosial. Konsep Sehat adalah keadaan normal yang sesuai dengan standar yang diterima berdasarkan kriteria tertentu, sesuai jenis kelamin dan komunitas masyarakat sekitarnya.
Kebanyakan orang bilang sehat itu mahal, tetapi benarkah tentang fakta itu? menurut pendapat para Ilmu Kesehatan Dunia (WHO) , memang sehat itu mahal, karena kita harus memakan- makanan yang penuh dengan gizi, akan kaya protein, zat besi, dan lain-lain.
Istilah sehat dalam kehidupan sehari-hari sering dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu dapat bekerja secara normal. Bahkan benda mati pun seperti kendaraan bermotor atau mesin, jika dapat berfungsi secara normal, maka seringkali oleh pemiliknya dikatakan bahwa kendaraannya dalam kondisi sehat. Kebanyakan orang mengatakan sehat jika badannya merasa segar dan nyaman. Bahkan seorang dokterpun akan menyatakan pasiennya sehat manakala menurut hasil pemeriksaan yang dilakukannya mendapatkan seluruh tubuh pasien berfungsi secara normal.

Berikut ini saya akan membahas tentang konsep sehat menurut Abraham Maslow yang dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. Sebelum kita mebahas konsep sehat menurut Abraham Maslow, alangkah baiknya kita mengenal atau mengetahui terlebih dahulu mengenai pengertian dari konsep sehat itu sendiri secara umum, agar kita lebih memahami sepenuhnya.

A.  Pengertian Konsep sehat

Konsep sehat adalah sebuah keadaan normal yang sesuai dengan standar yang diterima berdasarkan kriteria tertentu, sesuai jenis kelamin dan komunitas masyarakat. Sehat udara segar, sinar matahari, diet seimbang, bekerja, istirahat, tidur, santai, kebersihan serta pikiran, kebiasaan dan gaya hidup yang baik.
Pengertian sehat menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) adalah suatu keadaan kondisi fisik, mental dan kesejahteraansosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan.
Menurut Undang Undang Kesehatan NO. 23 tahun 1992 tentang kesehatan : sehat atau kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera dari badan (jasmani), jiwa (rohani) dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Ada 3 komponen penting dalam definisi sehat yaitu sehat jasmani, sehat mental (pikiran, emosiaonal dan spiritual) dan sehat sosial. Sehat sosial mencakup status sosial kesejahteraan ekonomidan saling toleransi dan menghargai.

Sehat menurut ilmu faal dalam buku Ilmu Faal Olahraga terbagi menjadi 2 tingkatan yaitu :
1.     Sehat Statis : adalah normalnya fungsi alat tubuh saat istirahat
2.    Sehat Dinamis : adalah normalnya fungsi alat tubuh saat olahraga atau sedang bekerja.
Pasien dengan penyakit jantung contohnya, dikategorikan dalam sehat statis karena kondisi sehat hanya pada istirahat.
Sehat dinamis adalah tingkat kesehatan yang ingin dicapai oleh semua orang. Tubuh kita sehat pada saat olahraga atau istirahat. Dengan tubuh yang sehat, kita dapat menikmati hidup lebih indah.

B.  Teori Abraham Maslow

Abraham Maslow mengembangkan teori kepribadian yang telah mempengaruhi sejumlah bidang yang berbeda, termasuk pendidikan. Ini pengaruh luas karena sebagian tingginya tingkat kepraktisan’s teori Maslow. Teori ini akurat menggambarkan realitas banyak dari pengalaman pribadi. Banyak orang menemukan bahwa mereka bisa memahami apa kata Maslow. Mereka dapat mengenali beberapa fitur dari pengalaman mereka atau perilaku yang benar dan dapat diidentifikasi tetapi mereka tidak pernah dimasukkan ke dalam kata-kata.
Maslow adalah seorang psikolog humanistik. Humanis tidak percaya bahwa manusia yang mendorong dan ditarik oleh kekuatan mekanik, salah satu dari rangsangan dan bala bantuan (behaviorisme) atau impuls naluriah sadar (psikoanalisis). Humanis berfokus pada potensi. Mereka percaya bahwa manusia berusaha untuk tingkat atas kemampuan. Manusia mencari batas-batas kreativitas, tertinggi mencapai kesadaran dan kebijaksanaan. Ini telah diberi label “berfungsi penuh orang”, “kepribadian sehat”, atau sebagai Maslow menyebut tingkat ini, “orang-aktualisasi diri.”
Maslow telah membuat teori hierarki kebutuhan. Semua kebutuhan dasar itu adalah instinctoid, setara dengan naluri pada hewan. Manusia mulai dengan disposisi yang sangat lemah yang kemudian kuno sepenuhnya sebagai orang tumbuh. Bila lingkungan yang benar, orang akan tumbuh lurus dan indah, aktualisasi potensi yang mereka telah mewarisi. Jika lingkungan tidak “benar” (dan kebanyakan tidak ada) mereka tidak akan tumbuh tinggi dan lurus dan indah.

C.  Konsep Sehat Abraham Maslow

Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistic. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini adalah teori tentang hierarchy of Needs atau Hirarki Kebutuhan. Kehidupan keluarganya dan pengalaman hidupnya memberi pengaruh atas gagasan-gagasan psikologisnya. Setelh [erang dunia ke dua, Maslow mulai mempertanyakan bagaimana psikolog-psikolog sebelumnya tentang pikiran manusia, walau tidak menyangkal sepenuhnya, namun ia memiliki gagasan sendiri untuk mengerti jalan pikir manusia.
Psikolog humanis percaya bahwa setiap orang memiliki keinginan yang kuat untuk merealisasikan potensi-potensi dalam dirinya untuk mencapai tingkatan aktualisasi diri. Untuk membuktikan bahwa manusia tidak hanya bereaksi terhadap situasi yang terjadi di sekelilingnya, tapi untuk mencapai sesuatu yang lebih. Maslow mempelajari seseorang dengan keadaan mental yang sehat, dibanding mempelajari seseorang dengan masalah kesehatan mental. Hal ini menggambarkan bahwa manusia baru dapat mengalami “puncak pengalamannya” saat manusia tersebut selaras dengan dirinya maupun sekitarnya. Dalam pandangan Maslow, manusia yang mengaktualisasikan dirinya, dapat memiliki banyak puncak dari pengalaman disbanding manusia yang kurang mengaktualisasi dirinya.
Maslow menggunakan piramida sebagai peraga untuk mengvisualisasi gagasannya mengenai teori hirarki kebutuhan menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhanhidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri).

Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :
1.     Kebutuhan fisiologis atau dasar
Pada tingkat yang paling bawah, terdapat kebutuhan yang bersifat fisiologik (kebutuhan akan udara, makanan, minuman, dan sebagainya) yang ditandai oleh kekurangan (defisi) sesuatu dalam tubuh orang yang bersangkutan. Kebutuhan ini dinamakan juga kebutuhan dasar (basic needs) yang jika tidak dipenuhi dalam keadaan yang sangat ekstrim (misalnya kelaparan) bisa menyebabkan manusia yang bersangkutan kehilangan kendali atas perilakunya sendiri karena seluruh kapasitas manusia tersebut dikerahkan dan dipusatkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya itu. Sebaliknya, jika kebutuhan dasar ini relatif, sudah tercukupi, munculah kebutuhan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan akan rasa aman (safety needs).
2.    Kebutuhan akan rasa aman
Jenis kebutuhan yang kedua ini berhubugan dengan jaminan keamanan, stabilitas, perlindungan, struktur, keteraturan, situasi yang bisa diperkirakan, bebas dari rasa takut, cemas, dan sebagainya. Karena adanya kebutuha inilah maka manusia membuat peraturan, undang-undang, mengembangkan kepercayaan, membuat sistem, asuransi, pension, dan sebagainya. Sama halnya dengan basic needs, kalu safety needs ini terlalu lama dan terlalu banyak tidak terpenuhi, maka pandangan seseorang tentang dunianya bisa terpengaruh dan pada gilirannya pun perilakunya akan cenderung ke arah yang makin negatif.
3.    Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi
Setelah kebutuhan dasar dan rasa aman relatif dipenuhi, maka timbul kebutuha untuk dimiliki dan dicintai. Setiap orang ingin mempunyai hubungan yang hangat dan akrab, bahkan mesra dengan orang lain. Ia ingin mencintai dicintai. Setiap orang ingin setia kawan dan butuh kesetiakawanan. Setiap orangpun ingin mempunyai kelompoknya sendir, ingin punya “akar” dalam masyarakat. Setiap orang butuh menjadi bagian dalam sebuah keluarga, sebuah kampung, suaru marga, dll. Setiap orang yang tidak mempunyai keluarga akan merasa sebatang kara, sedangkan orang yang tidak sekolah dan tidak bekerja merasa dirinya pengaguran yang tidak berharga. Kondisi seperti ini akan menurunkan harga diri orang yang bersangkutan.
4.    Kebutuhan untuk dihargai
Di sisi lain, jika kebutuhan tingkat tiga relative sudah terpenuhi, maka timbul kebutuhan akan harga diri (esteem need). Ada dua macam akan kebutuhan akan harga diri. Pertama, adalah kebutuhan-kebutuhan akan kekuatan, penguasaan, kompetensi, percaya diri, dan kemandirian. Sedangkan yang kedua adalah kebutuhan akan penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, kebanggaan, dianggap penting dan apresiasi dari orang lain. Orang-orang yang terpenuhi kebutuhannya akan harga diri akan tampil sebagai orang yang percaya diri, tidak tergantung pada orang lain dan selalu siap untuk berkembang terus untuk selanjutnya meraih kebutuhan yang tertinggi yaitu aktualisasi diri (self actualization).
5.    Kebutuhan untuk aktualisasi diri
Kebutuhan aktualisasi diri merupakan kebutuhan yang terdapat 17 meta kebutuhan yang tidak tersusun secara hirarki, melainkan saling mengisi. Jika berbagai meta kebutuhan tidak terpenuhi maka akan terjadi meta patologi seperti apatisme, kebosanan, putus asa, tidak punya rasa humor lahi, keterasingan, mementingkan diri sendiri, kehilangan selera dan sebagainya.
Seperti yang disebutkan diatas, menurut Maslow jika tingkat kebutuhan aktualisasi diri tidak dapat terpenuhi, maka kita tidak bisa disebut sebagai manusia yang sehat secara psikologis. Maslow juga menyebutkan bahwa orang yang sehat adalah orang yang mampu mengaktualisasikan diri mereka dengan baik dan imbang, mereka juga dapat memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi yaitu memenuhi potensi-potensi yang mereka miliki serta mengetahui dan memahami dunia sekitar mereka. orang-orang yang mengaktualisasikan diri itu tidak berjuang, tetapi mereka berusaha, Maslow menyebut teori ini dalam “metamotivation”. Ia juga menulis “Motif yang paling tinggi ialah tidak didorong dan tidak berjuang”, itu berarti memang orang yang mampu mengaktualisasikan diri tidak berjuang melainkan berusaha.
Menurut Maslow syarat untuk mencapai aktualisasi diri adalah memuaskan kebutuhan-kebutuhan yang tadi telah disebutkan, yaitu memuaskan hierarki empat kebutuhan aka rasa aman, cinta kasih serta penghargaan diri. Dan kebutuhan ini harus terpenuhi sebelum timbul kebutuhan akan aktualisasi diri.
Selain itu kepribadian yang sehat menurut Maslow adalah individu yang berhasil mengembangkan cintanya, bukan lagi diarahkan ke dalam diri sendiri, tetapi bisa diperluas pada orang-orang lain. Individu yang sehat melihat pertumbuhan dan perkembangan orang lain menjadi sama pentingnya pertumbuhan dan perkembangan sendiri. Maslow juga meyatakan bahwa pertumbuhan psikologis akan menghasilkan kesehatan psikologis, sedangkan orang yang gagal bertumbuh dengan sendirinya akan mengalami gejala patologi baik mental maupun fisik.

D.  Ciri-ciri Kepribadian Sehat

Berikut ini adalah beberapa ciri kepribadian sehat
1.     Menerima realitas secara tepat
2.    Menerima diri dan orang lain apa adanya
3.    Bertindak secara spontan dan alamiah, tidak dibuat-buat
4.    Memusatkan pada masalah-masalah bukan pada perseorangan
5.    Memiliki kekuasaan dan tidak bergantung pada orang lain
6.    Memiliki ruang untuk diri pribadi
7.    Menghargai dan terbuka akan pengalaman-pengalaman dan kehidupan baru
8.    Memiliki pengalaman-pengalaman yang memuncak
9.    Memiliki identitas sosial dan minat sosial yang kuat
10. Memiliki relasi yang akrab dengan beberapa teman
11.  Mengarah pada nilai-nilai demokratis
12. Memiliki nilai-nilai moral yang tangguh
13. Memiliki rasa humor yang tinggi
14. Menemukan hal-hal baru, ide-ide segar, dan kreatif
15. Memiliki intergritas tinggi yang total

E.  Contoh Kasus

Kasus Bullying banyak terjadi diberbagai tempat, namun paling umum di lembaga pendidikan (Sekolah dan Kampus) dan di tempat kerja. Sebagian besar korbannya adalah orang baru di lingkungan tersebut. Banyak guru yang bertugas sebagai guru BK / BP di sekolah yang memberikan konseling pada para pelaku Bullying agar mereka tidak mengulangi perbuatannya.
Salah satu contoh kasus bullying yang terjadi dialami oleh Okke Budiman, siswa kelas 1 SMA 46 mengaku dianiaya oleh seniornya siswa kelas 3. Kejadiannya berawal saat pelaku berinisial B sering meminjam motor Okke. B disebut-sebut pentolan siswa kelas 3 si SMA 46. Menurut Ayah Okke, Ceppy Budiman, B sering meminjam motor anaknya dengan memaksa dan perlakuan kasar. Seperti mengembalikannya tengah malam dan mengembalikannya dengan sangat tidak sopan dan tidak berterimakasih seperti menendang motor dan meludahinya. “ujar Ceppy melalui surat elektronik yang diterima deticom, sabtu (3/4/2010).
Kejadiannya berawal pada 17 Februari lalu. Saat itu, kata Ceppy, anaknya langsung pulang tanpa izi B saat bubaran sekolah. namun, niat itu malah berbuah naas. Dia dipaksa dipanggil dengan ancaman akan dihabisi besok hari apabila dia tidak menggubris panggilannya. Dengan dikelilingi senior-seniornya yang lain, anak saya mengalami beberapa pemukulan dengan helm dan tangan kosong, tendangan di punggung, dan 5 sundutan rokok di lengan kanannya dalam keadaan kesakitan. Okkie malah sempat trauma beberapa hari.
Sore itu jam 03.00 WIB langsung bersama anak anak saya pergi ke sekolah SMA 46 di Jl. Fatmawati untuk melapor kejadian ini kepada guru-guru dan kepala sekolah, saat itu mereka berjanji untuk menyelesaikan masalah ini seadil-adilnya,” Jelasnya. Tak puas, Ceppy juga melaporkan B ke Polres Jakarta Selatan. Ceppy resmi melaporkan B melalui Laporan Polisi no 265/K/II/2010/Res.Jaksel tanggal 17 Februari dengan tuduhan penganiayaan berat. Namun, Ceppy belum mengetahui perkembangan kasus anaknya hingga sejarang. Setahu saya kepala sekolah dan guru-guru sudah di BAP,” terang pria yang bekerja sebagai advertsing ini. Akibat penganiayaan tersebut, lanjut Ceppy, anaknya mengalami trauma cukup dalam. Akhirnya ia berinisiatif untuk mengeluarkan Okkie dari SMA 46. Saya tidak banyak menuntut, sudahlah saya keluarkan anak saya. Sekarang dia Home Schooling saja,” tandasnya.

F.  Analisis Kasus

Kasus yang terjadi di atas terhadap gangguan kesehatan mental yang terjadi pada korban bullying tersebut berdampak negatif. Gangguan tersebut korban menjadi merasa terintimidasi dan mengalami trauma hingga beberapa hari, yang jika dibiarkan sang korban akan menutup diri dari kehidupan sosial dan depresi. Akibat  dari kejadian tersebut, korban akan mengalami hari-harinya yang tidak begitu nyaman dari sebelumnya. Seperti halnya korban tersebut merasa ketakutan dan akan mengurung diri, tidak ceria seperti biasanya dan akan menarik diri sulit untuk bersosialisasi. Karena dia akan merasa orang-orang yang di luar sana lebih banyak yang membencinya dari pada menyayanginya. Mungkin butuh waktu yang sangat lama untuk memulihkan kembali keadaan psikologisnya.


Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar