A. Pengertian
Terapi Kelompok
Terapi
kelompok adalah terapi yang dilakukan melalui sebuah kelompok namun memiliki
kegiatan yang terstruktur dan memberikan efek terapeutik bagi anggotanya. Efek
terapeutik yaitu kegiatan yang dilakukan dalam kelompok akan memberikan efek
terapi kepada masing-masing anggota. Mereka akan belajar untuk membuka diri
mereka, menceritakan masalah mereka, mendengar pendapat atau saran dari anggota
lain.
B. Bentuk-
bentuk Terapi Kelompok
Terapi
kelompok terdiri tas beberapa bentuk, sebagian besar berasal dari jenis-jenis
terapi individual, yaitu :
1.
Kelompok Eksplorasi Interpersonal :
mengembangkan kesadaran diri tentang gaya hubungan interpersonal melalui umpan
balik korektif dari anggota kelompok yang lain. Pasien diterima dan didukung,
oleh karena itu dapat meningkatkan harga diri. Tipe ini yang paling umum
dilakukan.
2.
Kelompok Bimbingan Inspirasi : kelompok yang
sangat terstruktur khoesif, mendukung yang meminimalkan pentingnya tilikan dan
memaksimalkan nilai diskusi di dalam kelompok dan persahabatan.
3.
Terapi Berorientasi psikoanalitik :
suatu teknik kelompok dengan struktur yang longgar, terapis melakukan
interpretasi tentang konflik nirsadar pasien dan memprosesnya dari observasi
interaksi antar anggota kelompok.
Sejumlah tipe terapi kelompok yang lain
antara lain :
1.
Terapi perilaku
2.
Gestalt
3.
Konfrontasi
4.
Psikodrama (Role Play)
5.
Analisis transaksional
6.
Maarthon, dll.
C. Teknik
Terapi Kelompok
Terapi
kelompok dapat berlangsung beberapa minggu, beberapa bulan atau beberapa tahun
dan biasanya dilakukan seminggu sekali. Terdiri dari 5-12 anggota (bergantung
pada tipenya). Terapis banyak dari disiplin ilmu dapat melakukan terapi
kelompok, banyak terapi kelompok dilakukan dengan menyatakan ko-terapis.
Beberapa kelompok terdiri dari pasien dengan hanya satu diagnosis (missal ;
skizofrenia, Alkoholisme) tetapi ada juga yang campuran. Belum jelas
pasien-pasien mana saja yang mendapat manfaat atau memburuk dengan terapi
kelompok.
D. MetodeTerapi
Kelompok
Dalam
praktek terapi kelompok sangat
bervariasi seperti halnya denga terapi individual. Bentuk-bentuk paling awal
terapi kelompok bersifat didaktis dimana pemimpin kelompok berceramah,
meyakinkan dan mengarahkan. Karena adanya perkembangan-perkembangan baru
dibidang ini, pemimpin kelompok menjalankan fungsi yang sama untuk kelompok
sama seperti yang dilakukan oleh terapis individual untuk pasiennya. Dia
mendorong, mengungkapkan, memeriksa motif-motif, memberikan
penafsiran-penafsiran, dan sedikit demi sedikit membangkitkan partisipasi
masing-masing anggota kelompok dalam fungsi ini.
E. Kegunaan
Terapi Kelompok
Partisipasi
dalam pengalaman terapi kelompok akan menghilangkan perasaan-perasaan
terisolasi dalam diri pasien dan keunikan dari penyakitnya dan demikian
menghilangkan kecemasan-kecemasannya dan mendorongnya untuk membicarakan
perasaan-perasaan batinnya dengan sepenuh hati.
F.
Kekurangan Terapi Kelompok
1.
Tiidak semua klien cocok : tertutup,
masalah verbal, interaksi
2.
Peran terapi menyebar : menangani banyak
orang sekaligus
3.
Sulit menumbuhkan kepercayaan : kurang
personal
4.
Klien sangat tergantung dan berharap
terlalu banyak pada kelompok
5.
Kelompok tidak dijadikan sarana untuk
berlatih
6.
Membutuhkan terapis terlatih
Daftar Pustaka :
Kaplan, Sadock, S. Psikoterapi Sinopsis Psikiatri. Edisi : Ketujuh. Jilid 2, hal 383-442.
Tomb, D. A. (2003). Buku Saku : Psikiatri. Jakarta: EGC
Semiun, Y. (2006). Kesehatan Mental 3. Yogyakarta: Kanisius.
Trecker, H. b. (2008). Social Work administration. University of California Assocation Press.
Tomb, D. A. (2003). Buku Saku : Psikiatri. Jakarta: EGC
Semiun, Y. (2006). Kesehatan Mental 3. Yogyakarta: Kanisius.
Trecker, H. b. (2008). Social Work administration. University of California Assocation Press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar